Laman

Powered By Blogger
Selamat Datang di B7Seven

Selasa, 17 September 2013

Our Voice, Our Future

         
Boniface di depan Grafiti yang dibuat bersama tim-nya.
Pada sebuah film dokumentasi yang berjudul “Activate – Kenya Rising”, menceritakan tentang seorang aktivis dan juga mantan fotografer bernama Boniface Mwangi (29), dalam mengeluarkan ide-ide dan gerakan untuk melawan pemerintahan. Selain itu, Boniface juga ingin penduduk Kenya dapat mengeluarkan apa yang seharusnya dilakukan dan dikatakan. “Kenya adalah salah satu negara yang paling indah di dunia, tapi para penduduknya sangatlah penakut dengan pemerintahan sehingga tidak pernah mengambil sebuah keputusan.” Berbagai macam aksi dilakukan oleh Boniface dan teman-temanya. Boniface hanya ingin masyarakat Kenya tahu apa yang sudah diperbuat oleh Parlemen kepada mereka.
      Hal pertama yang dilakukan oleh Boniface adalah membuat grafiti di kota Central Nairobi, bersama dengan beberapa temannya. Mereka mulai menggambar grafiti pada pukul 10 malam. Dalam grafiti tersebut menggambarkan tentang burung pemakan bangkai yang sedang duduk di bangku besar. Burung tersebut menggambarkan tentang anggota parlemen yang melakukan korupsi. Keesokan paginya, banyak sekali penduduk Kenya yang melihat hasil karya Boniface dan tim-nya. Akibat dari grafiti buatannya itulah hal tersebut menjadi berita nasional dan beberapa politisi ingin memanfaatkan Boniface dan tim dengan berbagai macam hadiah yang akan diberikan. Namun, Boniface dan tim menolaknya. Aksi selanjutnya yang digunakan oleh Boniface dan tim terletak di Naivasha, kota yang letaknya 85 km dari Nairobi. Aksi yang dilakukan Boniface beserta timnya adalah dengan menggunakan foto-foto kerusuhan yang terjadi pada 2007. Setelah memasang foto-foto tersebut, muncul pihak yang tidak senang dengan aksi Boniface ini, dengan alasan foto-foto tersebut dapat menghantui masyarakat daerah Naivasha.
        Kemudian Boniface membuat pergerakan kembali. Ia membuat 49 peti mati yang mewakili setiap tahun impunitas politisi yang telah dinikmati sejak kemerdekaan. Dengan aksi ini, puluhan warga dengan semangat menggebu membawa 49 peti mati tersebut ke gedung parlemen. Boniface tidak ingin Kenya hancur, ia hanya ingin perubahan yang baik untuk Kenya oleh karena itulah ia menciptakan berbagai macam aksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar